Khofifah: Almarhum Miliki Integritas dan Totalitas Dalam Tugas

 

LAMONGAN, 31 Desember 2017 - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi keluarga almarhum Shodiqun (39), pendamping sekaligus koordinator kecamatan (Korcam) Program Keluarga Harapan (PKH) yang gugur saat bertugas di Desa Duri Kulon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/12) malam.


Tanpa ajudan dan pengawalan, Mensos di sela libur akhir tahun melakukan takziyah ke rumah duka,  tiba di kediaman almarhum sekitar pukul 19.30 WIB. Kehadirannya langsung disambut isak tangis istri almarhum dan keluarganya serta rekan-rekan Shodiqun sesama pendamping PKH. Ikut menyambut kehadiran khofifah seluruh muspika yaitu camat, kapolsek dan danramil Laren - Lamongan.

Khofifah terlihat sangat terpukul, terlebih setelah melihat ketiga anak almarhum . "Mudah-mudahan anak-anaknya diberi kekuatan dan ketabahan olehbAllah SWT,  sehingga tetap bisa melanjutkan sekolah   setinggi-tingginya. Mereka menjadi anak yang saleh salihah, manfaat berkah," katanya sambil sesekali terisak.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga berpesan kepada pendamping PKH lainnya agar tetap menjaga kekompakan dan meneladani Sodiqun yang terbukti memiliki integritas serta totalitas dalam bertugas.

"Semoga keteladanan Pak Sodikun menjadi spirit bagi kita semua, karena ini tugas (menjadi pendamping PKH) sangat mulia," katanya.

"Dalam catatan terakhir di laptop dan tasnya ternyata penuh dengan data serta posisi KPM terahir setelah pencairan ke empat . Sebagaimana diketahui bahwa program keluarga harapan (PKH)  diterimakan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) empat kali dalam setahun. Yaitu Februari- Maret, Mei- Juni, Agustus- September dan Nopember- Desember.

Almarhum dikenal bekerja penuh keikhlasan dan membaktikan diri sebagai kordinator kecamatan  program keluarga harapan dengan sangat baik. Maka Kementerian Sosial sangat kehilangan dan duka yang sangat mendalam semoga beliau hisnul khotimah.

Khofifah menambahkan, pendamping PKH merupakan frontliner, titik terdepan dari pengentaskan kemiskinan. Maka pada 19 Desember lalu, Kemensos memberikan penghargaan bagi mareka yang meninggal  dalam melaksanakan tugas.

"Mudah-mudahan mereka semua dipanggil Allah Swt dalam keadaan khusnul khotimah," ucapnya.

Sebelum pamit, Khofifah memberikan santunan yang disebutnya sebagai 'sapaan duka cita'. Perempuan yang juga Ketum PP Muslimat itu juga menggendong anak bungsu Shodiqun berumur 5 tahun Bushiri  untuk memberi sentuhan kasih sayang dan penguat semangat.

*Rajin dan Penyabar*
Shodiqun meninggal dunia akibat tersambar petir dalam perjalanan usai mengurus ATM para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) peserta PKH, Kamis, 21 Desember lalu. Hal itu terlihat dari tas yang ditemukan di samping almarhum berisi laptop dan berkas-berkas PKH.

Hadi Purwanto, salah seorang teman Shodiqun yang juga pendamping PKH menuturkan, almarhum adalah pribadi yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Selalu bersemangat dan tak pernah mengeluh.

“Kami bersama teman-teman sesama pendamping PKH merasa sangat kehilangan atas kepergian beliau," katanya. “Kami hampir tidak percaya Pak Shodiqun meninggal. Beliau orang baik dan rajin dalam bertugas," tambah Korkab PKH Kabupaten Lamongan, Dwi Hari.

Sementara Suwasih, istri Shodiqun menambahkan kalau almarhum adalah ayah yang penyabar, tidak pernah marah kepada anak-anaknya.

“Atas nama keluarga almarhum, kami mohon maaf bila suami saya punya kesalahan, serta mohon doanya,” katanya.(*)

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sosial RI

Tanggal Posting: 
Minggu, 31 Desember, 2017 - 17:45
Penulis: 
riafakhriah