Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini.

Pada hari Senin, tanggal 19 Februari 2018 pukul 08:53 WIB, Gunung Sinabung kembali meletus dengan mengeluarkan awan panas dengan ketinggian 5.000 Meter lebih. Awan yang keluar dalam erupsi tersebut juga menyebar hingga 4,9 km ke arah selatan dan mencapai 3,5 km ke arah timur dan tenggara. Abu vulkanik akibat erupsi ini menyelimuti delapan kecamatan di Kabupaten Karo, diantaranya Kec. Simpang Empat, Kec. Namanteran, Kec. Payung, Kec. Tiganderket, Kec. Kutabuluh, Kec. Munte, Kec. Tigabinanga dan Kec. Juhar. Selain itu, abu vulkanik juga menyebar ke sejumlah daerah di Provinsi Aceh yaitu Kab. Aceh Tenggara, Kab. Aceh Selatan, Kab. Gayo Lues, Kab. Aceh Tamiang, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Tidak ada korban jiwa akibat dampak letusan dahsyat ini, hanya terlihat tanaman warga yang mengalami gagal panen karena tertutup debu vulkanik.

Kementerian Sosial RI telah melakukan upaya penanganan darurat dengan melakukan pengerahan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membagikan masker dan membantu membersihkan sara lingkungan pemukiman warga. Pemerintah juga saat ini masih melakukan proses tahapan relokasi mandiri (tahap 2) yang sampai sejauh ini telah menyelesaikan relokasi sebanyak 639 KK atau 2.096 Jiwa. Sementara total masyarakat yang akan direlokasi mandiri (tahap 2) ini adalah sebanyak 1.924 KK atau 5.910 Jiwa.

Rencana selanjutnya adalah Tahap 3 sebanyak 1.102 KK atau 3.376 Jiwa. Dalam proses pemulangan ini kendala utama ketersediaan lahan rumah maupun pertanian warga. Untuk mengatasi hal ini diperlukan keterpaduan program dari masing-masing pemangku kepentingan, sehingga warga tidak berlarut-larut tinggal di pengungsian.

Kementerian Sosial sesuai dengan mandat regulasi memiliki tugas dan fungsi dalam penanganan pengusian dan perlindungan, serta logistik. Bantuan yang sudah diberikan dalam rangka penanganan korban erupsi gunung sinabung, yaitu:
Bantuan Jaminan hidup sebesar Rp. 10.715.580.000, bantuan ini merupakan bantuan yang diberikan sebagai tambahan lauk-pauk yang diberikan pada saat berakhirnya tanggap darurat dan berada di huntara (hunian sementara) maupun huntap (hunian tetap)
Bantuan Isi Hunian Tetap (HUNTAP) sebesar Rp. 3.069.000.000, bantuan ini diberikan kepada korban untuk memenuhi kebutuhan peralatan rumah tangga.
Bantuan Santunan bagi Ahli waris korban yang meninggal sebesar Rp. 250.000.000, sehingga dapat meringankan beban kelurga korban.
Bantuan Buffer Stock berupa bantuan makanan, keperluan keluarga, tenda sebesar Rp. 6.063.518.730.
Bantuan Beras sebesar Rp. 5.069.922.088.
Bantuan Sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan non Tunai (BPNT), paket sembako dan program penanggulangan bencana sosial sebesar Rp 51.195.170.000,-

Sehingga jumlah bantuan sebesar Rp. 76.363.190.818, disamping bantuan sebagaimana dijelaskan diatas, juga Kementerian Sosial memberikan bantuan berupa;
Dukungan Psikosial bagi korban erupsi gunung sinabung berupa konseling, trauma healing.
Pengerahan relawan penanggulangan bencana TAGANA (Taruna Siaga Bencana) di lokasi pengungsian untuk menyelenggarakan dapur umum dan shelter
Bantuan Ikan Makarel sebanyak 24,5 Ton yang sudah diserahkan pada hari Minggu, 9 Oktober 2016.
Bantuan kendaraan berupa mobil anak sekolah sebanyak 2 unit yang bekerjasama dengan pihak swasta.

Pada kesempatan ini Kementerian Sosial RI akan memberikan bantuan jaminan hidup dan isi hunian tetap kepada 455 KK atau 1.506 jiwa masyarakat yang berada di relokasi mandiri (tahap 2) sebesar Rp 2.720.400.000,- dan bantuan bufferstock logistik sebesar Rp 347.301.150,-. Total nilai bantuan sebesar Rp 3.067.710.150,-

Karo, 23 Februari 2018
Kementerian Sosial Republik Indonesia

Penulis: 
Dika