Inter-Sectoral Dialogue on Integrated National Responses to End Sexual Exploitation and Abuse of Children Online in ASEAN
7 – 8 Februari 2018
Aryaduta Hotel, Jakarta, Indonesia
 
ASEAN melalui ACWC (ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebagai Indonesian focal point) dan SOMSWD (ASEAN Senior Officals Meeting on Social Welfare and Development, Kementerian Sosial RI sebagai focal point) telah menerapkan komitmen dan kepemimpinan di area perlindungan online anak. Komitmen ini direfleksikan ke dalam RPA-EVAC (ASEAN Regional Plan of Action on the Elimination of Violance against Children) yang bertujuan untuk mengidentifikasikan pengukuran pencegahan dalam melawan kekerasan di ruang cyber sebagai aksi prioritas.
 
Event Inter-sectoral Dialogue on Integrated National Responses to End Sexual Exploitation and Abuse of Children Online in ASEAN merupakan sebuah project bersama antara UNICEF EAPRO (UNICEF East Asia and Pacific Regional Office), ECPAT, ASEAN Secretariat, dan Kementerian Sosial RI dalam rangka merumuskan standard minimum yang dapat digunakan pada level nasional untuk merespon secara efektif segala bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anak secara online. Selanjutnya, event Intersectoral Dialogue juga digunakan:
  1. Untuk mengembangkan respon nasional yang terintegrasi dalam mengatasi kekerasan seksual dan eksploitasi anak secara online di negara ASEAN.
  2. Untuk mewadahi pertukaran pengetahuan mengenai standard internasional dan regional yang relevan pada kekerasan seksual dan eksploitasi anak secara online serta ketepatan dalam penggunaan MNR.
  3. Untuk memahami bagaimana setiap badan ASEAN yang hadir mampu memainkan peranan dalam pendekatan kolaboratif multi-stakeholder terkait kekerasan seksual dan eksploitasi anak secara online.
  4. Untuk terlibat dengan pemimpin industri dari berbagai wilayah dalam kaitannya pada kekerasan seksual dan eksploitasi anak secara online.
  5. Untuk menyetujui prioritas regional, rekomendasi dan good practice.
  6. Untuk menyetujui sebuah rencana respon nasional yang terintegrasi untuk mengakhiri kekerasan seksual dan eksploitasi anak secara online.
 
Intersectoral Dialogue dilaksanakan 2 hari dari tanggal 7 s/d 8 Februari 2018 dengan partisipan yang merupakan perwakilan dari badan sektoral ASEAN (SOMSWD, ACWC, SOMTC, ASLOM, TELSOM, SOMY, SOMRI), AICHR, perwakilan pemerintah Negara ASEAN, perwakilan Badan PBB, perwakilan perusahaan yang bergerak di Information, Communication and Technology (ICT), perwakilan institusi penegak hukum, perwakilan K/L terkait.
 
Sebagai informasi, kesediaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan ini disampaikan pada saat pertemuan The 13th SOMSWD dan The 12th SOMSWD + 3 yang dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2017 dan berlokasi di Yangon, Myanmar. Keinginan ini sejalan dengan regulasi nasional Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak. Komitmen ini juga sekaligus menjadi bukti nyata Indonesia dalam mendukung upaya perlindungan anak khususnya dari segala bentuk penyalahgunaan penggunaan teknologi.