Bima (12/3) - Belum genap 10 hari konflik sosian antar warga Monta, Kabupaten Bima terjadi, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat segera memerintahkan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial untuk turun memastikan tidak ada warga pengungsian yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Dipimpin oleh Kasubdit Pemulihan dan Reintegrasi Sosial M. Syafeii Nasution, Direktorat PSKBS mengunjungi warga Dusun Tanjung Baru dan Warga Dusun Tangga Baru, Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima yang menjadi korban konflik sosial.

"Semoga kejadian ini yang pertama dan terakhir. Jangan pernah terulang lagi. Mari duduk bersama, mari berangkulan tangan. Apa lagi Dusun Tangga Baru dan Dusun Tanjung Baru masih ada hubungan kelurga yang sangat dekat," ujar Syafeii.

"Saat ini yang terpenting adalah menciptakan rasa damai dan aman ditengah masyarakat. Upaya mediasi dan islah yang telah dilakukan, patut kita jaga bersama. Walaupun yang bersalah tetap akan ditindak sesuai prosedur hukum. Jangan mudah terprovokasi isu-isu yang menyesatkan. Kedepan, jika ada persoalan mari selesaikan secara kekeluargaan, jika tidak bisa silakan laporkan pada pemerintah atau aparat. Nanti diselesaikan melalui jalur hukum," terang Syafeii.

"Kementerian Sosial hadir disini ingin membantu warga Dusun Tanjung Baru dan Dusun Tangga Baru. Tidak ada niatan lain, selain hadir dan peduli dengan apa yang bapak ibu rasakan," jelasnya kembali. "Sudah menjadi tanggungjawab saya untuk memastikan tidak ada warga pengungsian yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya. Ini bukti bahwa pemerintah selalu hadir dan berada ditengah-tengah masyarakat."

755 orang tercatat mengungsi akibat peristiwa ini. Suasana yang masih mencekam serta ketakutan warga akan terjadinya serangan kembali, tampak jelas terlihat pada saat kunjungan pertama Tim Layanan Dukungan Psikososial PSKBS ke lokasi.

Didampingi Kabid. Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bima, Wadanramil Monta, Camat Monta, Kades Tangga Baru, Brimob, POLRI beserta aparat TNI sebanyak satu batalion diturunkan untuk mengawal rombongan Kementerian Sosial meninjau lokasi konflik.

Peristiwa konflik sosial antar warga dua dusun di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta, Kabupaten Bima terjadi pada 25 Februari 2018 lalu sekitar pukul 14.00 wita. Kejadian berawal dari ditangkapnya dua pemuda warga Dusun Tangga Baru pada hari Selasa tanggal 20 Februari 2018 sekitar pukul 12.30 wita. Ia diduga hendak mencuri ternak kambing warga Dusun Tanjung Baru.

Aksi tersebut sontak menyebabkan amarah warga Dusun Tanjung Baru yang selama ini selalu dibuat resah akibat hilangnya ternak-ternak mereka. Pelaku dihakimi secara masal hingga meninggal dunia di TKP dan satu lagi mengalami luka berat.

Warga Dusun Tangga Baru yang mengetahui dua warganya dihakimi oleh warga Dusun Tanjung Baru tidak terima, maka terjadilah penyerangan oleh 100 orang warga Dusun Tangga Baru terhadap warga Dusun Tanjung Baru pada 25 Februari 2018.

Penyerangan yang tak terduga dengan menggunakan senjata api rakitan, senapan angin, parang, panah dan tombak telah menyebabkan 6 unit rumah ludes terbakar, 3 unit rumah rusak sedang dan 10 rumah rusak ringan dan 6 sapi warga hilang dijarah.

Hingga saat ini, warga belum dapat melakukan fungsi sosialnya secara normal. "Bingung mau bangun rumah pake apa. Bantu dirikan rumah kami secepatnya," ujar Ina Imo dalam Bahasa Bima dengan nelangsa.

Ina Imo merupakan calon KPM PKH 2018 asal Dusun Tanjung Baru yang juga menjadi korban konflik, rumahnya telah rata dengan tanah, habis terbakar. "Sudah tua begini pinginnya hidup tenang, tinggal ibadah malah sekarang jangankan harta benda yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun, hasil panen untuk setahun dan rumahpun sudah tidak ada lagi," jelasnya sambil menatap kosong ke arah rumah yang tak berwujud lagi.

"Anak saya yang selama ini numpang tinggal dengan saya, tidak tahu mau membawa anak istrinya tinggal dimana. Sampai sekarang kami tidur bersama-sama di ruang tamu salah satu warga yang rumahnya selamat. Hampir tiap jam saya terbangun dari tidur. Takut. Takut kalau tiba-tiba ada penyerangan lagi," imbuhnya usai mengikuti kegiatan Layanan Dukungan Psikososial yang diselenggarakan oleh Direktorat PSKBS pada kunjungan kedua.

Keceriaan anak-anak tampak mewarnai lapangan Dusun Tanjung Baru selama hampir dua jam. Bermain bernyanyi dibimbingan oleh tim LDP PSKBS, dibantu Tagana Kabupaten Bima, TKSK Kecamatan Monta, Tenaga Pelopor dan Pendamping PKH Desa Tangga Baru suasana duka yang menyelimuti Dusun Tanjung Baru pecah oleh tawa mereka.

Sedangkan bagi ibu-ibu dan bapak-bapak mendapatkan layanan psikososial dari Tim LDP PSKBS yang dipandu langsung oleh Bu Milly dari STKS.

"Tiap malam saya mimpi buruk. Tapi hari ini beban itu serasa terangkat," ucap salah satu ibu yang mengikuti kegiatan LDP sambil berkaca-kaca penuh haru ketika seluruh rombongan tim LDP berpamitan untuk kembali ke Bima.

Kementerian Sosial selain menerjunkan dapur umum lapangan, tim Tagana dan tim LDP, melalui Direktorat PSKBS berencana akan memberikan bantuan lebih lanjut berupa santunan bagi korban meninggal dunia dan luka-luka, bantuan BBR, bantuan jaminan hidup, bantuan UEP, program Keserasian Sosial dan program Kearifan Lokal.

"Dengan mensinergikan seluruh progrma yang ada, kami berharap kedepan Desa Tangga Baru akan semakin kuat dan berkembang.
Mari eratkan kembali persatuan. Saya tau betul, warga bima terkenal dengan ikatan persaudaraannya yang kuat, " tegas Syafeii.

Penulis Berita: 
Ria Fakhriah
Fotografer: 
Ria Fakhriah