Makassar (12/4)- Anggota komisi VIII DPR RI Samsu Niang yakin pengentasan kemiskinan dapat tercapai dengan cepat melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu disampaikan di sela-sela pembukaan kegiatan Bimbingan Pemantapan (bimtap) SDM PKH di Kota Makassar Kamis, 12 April 2018. "Ini bukan isapan jempol, Bank Dunia sudah merilis efektivitas PKH dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia," ungkap Samsu.

Anggota legislatif asal Soppeng tersebut mengajak pendamping dan administrator database PKH memahami nawa cita visi misi pembangunan pemerintah.

"Minimal ada tiga hal utama yang digagas pemerintah era Jokowi yaitu infrastruktur, dana desa dan pengentasan kemiskinan," ujar legislator asal PDIP tersebut.

Ia mengatakan pembangunan insfrastruktur dimaksudkan agar terjadi konektivitas antar wilayah yang mendukung perekonomian rakyat. "Sebentar lagi masyarakat Sulawesi akan merasakan kereta api Trans Sulawesi," tutur Samsu. Pada era Jokowi pula digagas dana desa dengan memaksimalkan program padat karya.

Pada sektor pengentasan kemiskinan Samsu mengungkapkan pemerintah melakukan akselerasi besar dengan penambahan target Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jika tahun 2016 jumlah KPM PKH masih 3,5 keluarga, maka pada 2017 menjadi 6 juta keluarga. "Dan pada tahun 2018 ini KPM PKH telah mencapai 10 juta keluarga," seru Samsu.

Samsu juga berpesan agar pendamping dan administrator database PKH yang direkrut kali ini mampu menunjukkan kinerja yang baik. "Kalau kalian bekerja baik, maka komisi VIII DPR RI akan mendukung penuh upaya pemerintah memfasilitasi keperluan pekerjaan kalian," pesan Samsu disambut tepuk tangan peserta bimtap.

Hal senada disampaikan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat. Ia mengatakan Pemerintah menjadikan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai episentrum program-program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Sehingga eksistensi PKH harus diperkuat.

Harry mengingatkan untuk mencapai tujuan itulah keberadaan SDM Pelaksana PKH memiliki peran yang strategis. "Tunjukkan kerja keras, jaga nama baik program dan institusi," pesan Harry.

Selain itu Harry juga mengajak para pendamping untuk bekerjasama dan saling sinergi. "Dalam upaya perubahan perilaku KPM, silakan bersinergi dengan pekerja sosial supervisor agar pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dapat terjaga kualitasnya," tutur Harry.

Harry juga menantang para pendamping untuk mampu meningkatkan kualitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dampingannya. "Tekadkan hati agar dalam waktu secepatnya KPM dampingan Anda segera keluar dari kemiskinan," tantang Harry disambut gemuruh 342 peserta bimtap PKH. (Humas/Linjamsos).

Penulis Berita: 
Herman Susilo
Fotografer: 
Herman Susilo