Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 1.000 Orang Sahabat Peduli AIDS, Minggu 3 Desember 2017 di Surabaya Jawa Timur. Khofifah meminta agar masyarakat tidak diskriminatif terhadap hak hidup para penderita penyakit HIV/AIDS atau ODHA. Masyarakat kiranya tidak punya persepsi yang salah terhadap penderita penyakit ini. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi tentang penyakit HIV/AIDS di masyarakat. “Jauhi penyakitnya, bukan orangnya” Ujar Khofifah.

Mensos juga menekankan agar semua pihak memperhatikan penularan virus HIV/AIDS ini, karena persoalan ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggungjawab masyarakat umum. Mengingat penularan virus ini dapat terjadi pada siapa saja.

Berdasarkan data dari Kemenkes secara kumulatif hingga triwulan I Tahun 2017, jumlah penderita HIV/AIDS terus menunjukkan peningkatan, sampai dengan bulan Maret 2017 telah mencapai 330.152 kasus, terdiri dari 242.699 kasus HIV dan 87.453 kasus AIDS. Data ini diperkirakan lebih kecil dari angka sebenarnya, mengingat banyak ahli menyampaikan bahwa fenomena ini sebagai gunung es. Data tersebut tercatat sebagai jumlah penderita yang telah melakukan akses layanan rumah sakit.

Dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia (HAS) Tahun 2017, Kementerian Sosial RI menyelenggarakan pentas Sahabat Peduli ODHA, seminar pencegahan HIV-AIDS dan pengukuhan 1.000 Sahabat Peduli ODHA. Relawan yang dikukuhkan berasal dari Ternate 200 Orang, dari Medan 200 Orang dan 600 Orang berasal dari Surabaya dan sekitarnya. Relawan Peduli Sahabat ODHA ini nantinya bertugas melakukan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat.

UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Otonomi Daerah mengamanatkan penanganan HIV/AIDS Bidang Rehabilitasi Sosial menjadi tanggungjawab Kementerian Sosial.
Implementasi UU No. 23 Tahun 2014 tersebut, Kementerian Sosial telah mendirikan 3 (tiga) Panti Rehabilitasi Sosial yang khusus melakukan Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yaitu, Panti Sosial Rehabilitasi Sosial orang Dengan HIV "Wasana Bahagia" di Ternate Maluku Utara, Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV "Bahagia" Medan Sumatera Utara dan Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV "Kahuripan" di Sukabumi Jawa Barat.
Kementerian Sosial juga menyusun Standar Nasional penanganan ODHA, membangun kerjasama dengan 76 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang melakukan pendampingan ODHA, mencanangkan Indonesia Bebas Prostitusi Tahun 2019, dan dalam 3 (tiga) tahun terakhir Kementerian Sosial berhasil menutup 116 lokalisasi dari 168 lokalisasi yang ada, dan telah memulangkan 20.000 eks WTS kepada keluarganya masing-masing.

Provinsi Jawa Timur merupakan contoh keberhasilan dalam penutupan lokalisasi, dimana sebelumnya Jawa Timur adalah provinsi terbanyak yang mempunyai daerah lokalisasi (48 lokalisasi). Guna mencegah meluasnya penularan virus HIV-AIDS Kementerian Sosial beserta instansi terkait, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kab/Kota di seluruh Indonesia, Pegiat ODHA, LKS ODHA, Sahabat Peduli ODHA dan tokoh Agama/Masyarakat aktif melakukan upaya penghapusan meluasnya penularan penyakit HIV-AIDS, melakukan upaya pengahapusan stigma negatif terhadap penderita ODHA, karena sesungguhnya mereka memiliki harkat dan martabat yang harus di hormati dan diperlakukan sama dengan yang lain sesuai hak asasi yang melekat pada dirinya.

Penulis Berita: 
Syarif
Fotografer: 
Syarif