Bandung (5/12) - Sebanyak 60 Pekerja Seni yang tergabung dalam Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI 56) dan Majelis Pengajian Pelawak (MPP) dikukuhkan sebagai Sahabat Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Bandung, Selasa.

"Mereka telah mengikuti bimbingan teknis dadar-dasar kebencanaan selama tiga hari oleh tim Tagana Kementerian Sosial. Kini 60 Pekerja Seni ini telah resmi dikukuhkan sebagai Sahabat Tagana," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial, Margowiyono usai membuka Bimtek Sahabat Tagana di Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Margo mengatakan bergabungnya para Pekerja Seni sebagai Sahabat Tagana akan memperkuat tugas Kemensos dalam penanggulangan bencana khususnya pada klaster Perlindungan dan Pengungsian.

"Saat terjadi bencana kita tidak hanya perlu logistik dan kebutuhan dasar. Peran artis dan pelawak juga sangat penting dalam dukungan psikososial sebab dalam suasana duka, perlu pendekatan psikologis guna memberi penghiburan dan mengobati rasa duka," kata Margo.

Lebih jauh lagi, lanjutnya, bimtek untuk Pekerja Seni ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, organisasi dan profesi yang tinggal atau sering berada di daerah rawan bencana dalam merespon ancaman atau potensi bencana.

Ketua Umum PARFI 56 Marcella Zailanty mengatakan Indonesia memiliki kerawanan yang sangat tinggi dan memerlukan kesiapan warganya baik dalam mitigasi bencana maupun penanggulangan bencana.

"Menjadi relawan kemanusiaan merupakan panggilan jiwa bagi saya pribadi dan kami sebagai Pekerja Seni. Sebagai bagian dari warga negara yang mencintai negeri ini maka kamipun ingin turut berperan dalam penanggulangan bencana di Indonesia," tutur perempuan yang juga Sahabat Tagana ini.

Marcella mengatakan bencana seringkali menimbulkan trauma mendalam pada warga. Dalam situasi ini kehadiran Pekerja Seni minimal dapat membantu meringankan beban mereka.

"Misalnya memberikan trauma healing dengan menghibur para pengungsi di pengungsian," katanya.

Bimtek Sahabat Tagana dari unsur Pekerja Senin berlangsung pada 4--6 Desember 2017. Selama tiga hari peserta mendapatkan pengetahun dasar tentang mitigasi bencana serta keterampilan kebencanaan dalam klaster perlindungan dan pengungsian. Misalnya manajemen shelter atau pendirian tenda pengungsi, dapur umum lapangan, serta pengetahuan dan praktek penyelamatan di air atau water rescue.

Margo menyebutkan jumlah personil Tagana hingga akhir 2017 adalah 35.054 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 7.040 di antaranya merupakan Tagana Psikososial. Sementara jumlah Sahabat Tagana kini berjumlah 63.200 personel. (Humas/Linjamsos)

Penulis Berita: 
Ria Fakhriah
Fotografer: 
Ria Fakhriah