Masyarakat Ingin Program PKH Terus Berjalan

Bogor, (19 April 2018) – Dalam rangka program pengentasan kemiskinan, sejak bulan Juli 2007 pemerintah melalui Kementerian Sosial membuat Program Keluarga Harapan (PKH).
 
Hingga April 2018 tercatat sebanyak 10.085.717 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan banyaknya jumlah KPM di tahun 2018 ini tentunya diharapkan bantuan PKH dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan tersebut.
 

Puisi: Perjuangan Kartini Zaman Now

Kudengar melalui berita 
Di koran, tv dan media online
Masih banyak perempuan menjadi korban KDRT
Menjadi pelampiasan suaminya bila marah
Suami masih menganggap status istri dibawahnya
 
Masih ku dengar perempuan diperkosa
Dia dijadikan pelampiasan nafsu laki- laki
 
Bila ditangani secara hukum
Mencoba dialihkan sebagai kasus suka sama suka shg laki2 bebas atau terpaksa dinikahkan
 
Perempuan seringkali menjadi korban kesekian kalinya 

Memutuskan Berhenti Dari PKH, Siti Merasa Lebih Mandiri

Kebumen, 21 April 2018 - Keputusan Siti Mulidah (31 th) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengundurkan diri dari kepesertaan merupakan cambuk bagi peserta lain untuk segera mengikuti jejaknya.

"Saya sekarang berani dan sadar bahwa saya yakin bisa hidup mandiri dari bimbingan pendamping PKH, untuk bisa mandiri itu lebih baik dibandingkan masih menerima PKH," ungkap Siti yang telah menerima bantuan PKH sejak tahun 2014.

Secercah Harapan Sang Penarik Becak

Bogor (19 April 2018) - Keadaan pasar Bogor di pagi hari penuh sesak berbagai orang yang menyambangi pasar dengan tujuannya masing-masing. Tidak terkecuali Royani (73) yang bekerja sebagai Tukang Becak. Ia tampak sedang menunggu pelanggan untuk membantu mengantar mereka ke tempat tujuannya. Ketika ditanya mengenai program pemerintah ia menyebutkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Indonesia Sehat (PIS). “Ini ada kartunya. Kalau kartu yang ungu (PIP) untuk cucu saya dan BPJS juga ada.

Pedagang di Pasar Bogor Sambut Baik PKH

Bogor (19 April 2018) – Sejumlah pedagang di Pasar Bogor menyambut baik Program Keluarga Harapan (PKH) agar dapat membantu kebutuhan dan modal usaha.
Salah satu pedagang nasi yang menerima PKH Dede Daryati (67) mengatakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dapat memberi pemasukan tambahan untuk kehidupan sehari-hari.

“Saya juga dapat beras dan minyak goreng jadi bisa untuk makan juga dengan anak,” katanya. Tidak hanya PKH, Dede juga menerima bantuan sosial lainnya seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Peran Humas Pemerintah Kian Strategis

Bogor (20 April 2018) - Dampak perkembangan dan kecepatan arus informasi melalui media online merupakan fenomena yang perlu disikapi secara positif, sehingga menjadikan peran humas pemerintah menjadi kian strategis.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Organisasi Hukum dan Humas Anna Puspasari saat membacakan sambutan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial pada pembukaan Bimbingan Teknis Petugas Kehumasan di Bogor (18/4).
 

Pendamping PKH Harus Fokus Kawal Kemandirian Penerima Bansos

Bandung (19 April2018) – Kementerian Sosial RI mewajibkan seluruh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja keras dan fokus mewujudkan kemandirian penerima bantuan sosial (bansos) sehingga dalam jangka panjang mereka terentaskan dari kemiskinan. 
 
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat dalam acara pembukaan Bimbingan Pemantapan Sumber Daya Manusia (SDM) PKH di Bandung, Rabu malam (18/4). 
 

Dirjen Rehsos: Bahagia, Kunci Sukses Organisasi

Yogyakarta, 18 April 2018,
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto membuka sekaligus memberikan pengarahan pada kegiatan Pengukuran dan Peningkatan Kapasitas Pegawai Sekretariat Ditjen Rehabilitasi Sosial. Pada kesempatan tersebut Dirjen Rehsos, Edi Suharto menyampaikan paparan dengan Judul Bahagia Kunci Sukses Organisasi.

TRC PSTW Gau Mabaji Gowa berhasil mempertemukan Daeng Tulla dengan keluarganya

Makassar, 15 April 2018. Daeng Tulla (nama samaran), 85 tahun, seorang lanjut usia terlantar dan sakit sempat viral di beberapa media sosial hingga masuk ke WA pribadi Bapak Abdul Hayat Gani, Direktur Penanggulangan Fakir Miskin Daerah Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan perbatasan Antar Negara, Kementerian Sosial RI.   Selanjutnya beliau menginformasikan hal tersebut kepada Syamsuddin, kepala PSTW Minaula Kendari bahwa terdapat lansia yang dalam keadaan sakit dan terlantar serta perlu penanganan segera.

50 PDM Home Care PSBL Phala Martha Sukabumi, Mendapatkan Bansos Sebesar Rp 250 Juta

(Sukabumi, 16 April 2018) Kepala PSBL Phala Martha Sukabumi, Neni Riawati didampingi Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Kementerian Sosial RI, M. Sabir, menyerahkan bantuan sosial kepada 50 Penyandang Disabilitas Mental (PDM) di Kecamatan Parakansalak dan Bojonggenteng Kab. Sukabumi sebagai penguatan dari program layanan lanjutan home care yang telah dilaksanakan oleh PSBL Phala Marha Sukabumi.